Belasan Jet Tempur China Masuk dalam Wilayah Taiwan, AS & China Bersitegang

Jet Tempur China – China hingga kini masih mengakui bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayah kekuasaan China. Hal tersebut menjadikan konflik berkepanjangan antara kedua belah negara. Usai sering bersitegang antar kedua belah pihak, emosi China semakin bertambah seiring Taiwan berencana membeli sejumlah alat pertahanan dari musuh utamanya, Amerika Serikat.

China menyikapi hal ini dengan melakukan latihan dengan seiring bersamaan dengan kedatangan menteri luar negeri Amerika Serikat pada perbatasan Taiwan-China. Seperti di ketahui kedatangan menteri luar negeri AS adalah untuk membahas perihal ekonomi kedua negara.

Kedatangan Keith Krach ke Taiwan membuat negeri Tirai Bambu tersebut geram, China menilai Amerika terlalu jauh ikut campur urusan negara tetangganya, Taiwan. Seperti yang kita ketahui, bahwa China mengakui Taiwan merupakan bagian dari wilayah kekuasaannya.

Negeri dengan jumlah penduduk yang mencapai 1 milyar jiwa lebih itu kian geram ketika mengetahui sejumlah rahasia. Terkuak kedatangan perdana menteri AS Keith Krach merupakan rencana Taiwan mendapatkan sejumlah kekuatan pertahanan baru dari Amerika Serikat.

Belasan Jet Tempur China Masuk ke Wilayah Taiwan

Presiden China, Xi Jinping dengan gagah memperlihatkan kekuatannya. Ia langusng mengirim angkatan udaranya ke Selat perbatasan China dan Taiwan. Pengiriman angkatan udara tersebut merupakan sebuah penolakan keras pemerintah China untuk AS.

Tidak hanya itu, Angkatan udara RRC (PLAAF) telah mengirim setidaknya 19 unit jet tempur miliknya untuk melintasi selat Taiwan mendekati pulau yang Keith Krach kunjungi. Keith Krach saat itu sedang berada dalam upacara peringatan mendiang mantan presiden Taiwan, Lee Teng Hui.

“ROCAF mengacak pesawat tempur dan mengerahkan sistem rudal pertahanan udara untuk memantau aktivitas mereka,” Ucap kementrian pertahanan Taiwan.

Sebelumnya belum pernah terjadi angkatan udara Taiwan melihat pesawat PLAAF milik China terbang mendekat ke pulau Taiwan dalam jumlah besar selama dua hari berturut-turut.

“Saya percaya ini adalah latihan praktis PLA untuk pengambilalihan pulau. Ini dengan jelas menyatakan bahwa daratan Cina tidak lagi mentolerir kolusi curang antara pemerintah AS dan pasukan separatis pulau itu. Kolusi semacam itu telah menjadi target utama dan China daratan utama untuk diserang. Itu harus dihentikan jika tidak PLA akan terus meningkatkan operasi militernya, sampai pertarungan pamungkas,” Pungkas kementrian pertahanan Taiwan.

By Oranges