Presiden Taiwan, Tsai Ing Wen Korbarkan Semangat Perang Tentara Taiwan

Presiden Taiwan, Tsai Ing Wen baru-baru ini melakukan kegiatan kunjungan ke pangkalan udara Taiwan (ROCAF) Selasa 22 September 2020. Kegiatan kunjungan tersebut tidak lain dan tidak bukan ialah untuk mengobarkan api semangat perang terhadap tentara pembebasan rakyat China (PLA).

Berdasarkan informasi yang Kami terima , Tsai Ing Wen membantu memberikan sedikit banyak arahan terhadap prajurit angkatan udara Taiwan. Tidak terkecuali dengan dua pilot pesawat tempur baru produksi Taiwan AIDC F-CK-1 Ching Kuo.

Walaupun Tsai Ing Wen sadar betapa kekuatan militernya sangat berbanding terbalik dengan China, Tsai tetap bersih kukuh untuk mempertahankan kedaulatannya. Karena China begitu ambisius untuk mencaplok negaranya.

Meskipun itu Tsai tetap yakin dengan kekuatan angkatan militer Taiwan (ROC). Hingga kini militernya dapat memberikan respon terhadap agresi tentara China.

Presiden Taiwan Kobarkan Semangat Perang Militer Taiwan

“Saya tahu bahwa kita harus menghadapi provokasi Tentara Pembebasan Rakyat (China) pada sekitar Taiwan. Tindakan mereka mengganggu perdamaian daerah itu. Dalam situasi tersebut, tugas setiap orang di garis depan pertahanan udara di Pengu menjadi lebih berat,” Ucap presiden Taiwan, Tsai Ing Wen dalam kegiatan kunjungannya.

“Tetapi, saya memiliki keyakinan pada setiap individu bahwa setiap saudara dan saudari angkatan udara kita yang terlatih mampu mengangkat tanggung jawab berat ini,” Lanjut pembicaraan, Tsai.

Dari informasi yang Kami terima, kunjungan Tsai merupakan sebuah bentuk respon dari agresi militer China beberapa hari lalu yang mengirim pasukan jet tempur ke pulau Taiwan.

Memang militer China dalam waktu beberapa hari belakangan ini terus memprovokasi militer Taiwan, belum lagi dengan kedatangan kementrian Amerika Serikat. Pada saat Keith Krach tiba dan menjejakan kaki ke pulau Taiwan, China langsung mengirimkan sejumlah jet tempur mengepung pulau Taiwan.

Presiden China, Xi Jinping semakin marah menjadi-jadi usai tahu kedatangan diplomat Amerika tersebut merupakan upaya memuluskan rencana Taiwan untuk mendapat kekuatan perlindungan baru.

Karena hal tersebut, Xi Jinping memperingati Amerika Serikat agar tidak terlalu jauh masuk dan mencampuri urusan Taiwan. Karena seperti informasi yang telah banyak publik ketahui, Xi Jinping memang sedang melakukan upaya mengembalikan Taiwan dalam pelukan RRC.

By Oranges